CARA MENGGANTI AIR RADIATOR

by: dedi suprianto

Jika mesin mobil menjadi panas secara drastis, saatnya Anda mengecek kondisi air radiator mobil. Sebab, berkurangnya air radiator bisa disebabkan oleh penguapan dan kebocoran.

Penguapan adalah hal yang umum terjadi. Namun, jika air radiator berkurang dengan cepat dan suhu meningkat tajam dalam waktu singkat, kemungkinan terjadi kebocoran dalam radiator mobil Anda.

Maka dari itu, perawatan radiator patut di perhatikan.

Radiator adalah komponen yang berfungsi sebagai pengatur suhu mesin.

Di dalamnya, terdapat air radiator (water cooling system) yang bertugas mendinginkan mesin. Untuk mencegah korosi, air radiator perlu diganti secara berkala. Kebocoran dalam sistem terjadi ketika air radiator terhisap masuk ke ruang bakar atau masuk ke dalam sistem pelumasan.

Anda bisa mengecek kondisi oli terlebih dahulu. Apabila warna oli berubah seperti susu, tandanya air telah masuk ke dalam sistem pelumasan. Jika warna oli tidak berubah, kemungkinan air terhisap masuk ke dalam ruang bakar.

Ada baiknya mengisi air radiator dengan air murni H2O. Air murni H20 bisa didapat di bengkel dan toko otomotif. Ciri-ciri air murni adalah bertutup biru dengan keterangan ” bisa digunakan untuk air radiator”

Alternatif lainnya, gunakan radiator coolant. Radiator coolant berfungsi sebagai pelumas,memperlambat terjadinya korosi, dan meningkatkan titik didih air. Jika menggunakan coolant untuk radiator, sebaiknya tidak mengganti-ganti merek untuk menghindari reaksi kimia antar merek. Anda juga bisa menggunakan campuran antara air murni dan radiator coolant untuk mengisi air radiator. Dengan demikian, radiator Anda akan tetap awet, tidak mudah bocor, dan tidak mudah panas.

Pada kondisi darurat, dengan kondisi mesin panas, kita dapat memeriksa dan menambah air radiator dengan cara berikut, ini:

1. Hentikan kendaraan Anda ditempat yang aman
2. Biarkan mesin dalam keadaan hidup
3. Buka tutup mesin
4. Ambil kain atau lap dan basahkan dengan air, kemudian putar tutup radiator perlahan-lahan hingga udara panas dalam radiator mengalir keluar.
5. Biarkan air keluar dari tekanan radiator keluar hingga terhenti.
6. Buka tutup radiator
7. Tambahkan air kedalam radiator sampai penuh
8. Injak pedal gas
9. Tambahkan air kembali kedalam radiator
10. Tutupkan kembali tutup radiator
11. Mobil sudah siap dipakai kembali

Penting untuk diperhatikan


“Jangan sekali-kali Anda menambah air radiator pada saat mesin panas dalam keadaan mesin mati.”
Karena kemungkinan besar Anda akan terkena semburan air panas yang keluar dari lubang radiator saat air diisi. Kulit bisa melepuh jika terkena cipratan air radiator. Hal ini terjadi karena tekanan air didalam radiator lebih besar dari tekanan udara diluar radiator, hingga air akan menyemprot keluar.

Untuk lebih jelas, silahkan lihat video di bawah ini ……..

dari berbagai sumber

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: